Pesona Ujung Kulon

Sebenarnya perjalanan ini sudah lama ingin saya tulis. Tapi karena ke-SOKSIBUK-an saya sebagai pengajar dan menganut paham garis keras sleepinisme (tukang tidur) akhirnya menjadi lupa. April yang lalu saya nekat untuk ikut pergi ke Ujung Kulon mengikuti jejak teman saya ber-say Hello kepada badak. Awalnya ragu ingin ikut karena kita ikut rombongan pecinta alam sedangkan saya sendiri adalah pecinta alam, alam maya.

Rombongan memulai perjalanan Jum’at malam dini hari pukul 12.00 WIB dari Kota Cilegon. Tidak banyak hal-hal yang bisa saya lihat, dan saya juga sudah capek jadi hanya bisa tidur. Bangun-bangun sudah nyasar, hujan-hujanan dan mobil terjebak di lumpur. Horror! Dengan dorongan pria yang berjumlah hampir 25 orang dan bantuan do’a, akhirnya bus bisa kembali kepada jalan yang benar. Jam 5 subuh akhirnya kita sampai di Kecamatan Sumur untuk solat dan sarapan kemudian lanjut perjalanan air.

Destinasi pertama dari desa Sumur adalah pulau Panaitan. Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Perjalanan dari Sumur ke Pulau Panaitan memakan waktu kurang lebih (kalau kurang dilebihkan) 6 jam.

Dengan perjalanan yang cukup mengerikan terombang-ambing bagaikan Popeye melawan ombak-ombak yang kebetulan waktu itu memang sedang musim hujan akhirnya sampailah kita di pulau panaitan. Saya hampir loncat dari perahu karena melihat hijau toscanya air sepanjang pantai panaitan. Ada seekor rusa menyambut kami bagaikan pulowari menyambut rombongan pengantin yang kemudian malu-malu masuk hutan sebelum kami menginjak daratan. Mungkin juga kami terlalu gambreng meneriaki si rusa seolah-olah rusa itu adalah Lady Gaga.

Di pulau panaitan kami mendarat di Legon Butun dan tujuan kami sebenarnya adalah Legon Bajo. Tadinya kami ingin langsung mendarat di legon bajo, tetapi karena cuaca buruk, arus yang cukup kuat serta gelombang tinggi akhirnya kami mendarat di legon butun untuk kemudian tracking menuju legon bajo. Lagi-lagi kami tidak beruntung, karena ternyata penjaga di legon butun sedang tidak ada. akhirnya kami memutuskan menginap di legon butun.

Keesokan harinya kami menuju pulau peucang. Lagi-lagi saya terkesima oleh warna air laut disana. Disini kita dapat menjumpai rusa kembali, dan sepertinya rusa di pulau peucang sudah akrab dengan pengunjung yang datang. Oh ya bukan hanya rusa tetapi babi-babi disini pun tidak malu-malu meminta makanan terhadap manusia. Dan semakin siang ternyata yang mengunjungi pulau ini pun semakin ramai, terlihat dengan adanya rombongan ibu-ibu (entah sedang arisan atau mengadakan pengajian) dengan heboh mulai memecah kesunyian. Setelah puas berenang dan tenggelam kami pun kembali menuju pulang. Sekian cerita dari saya, tidak mau berpanjang-panjang langsung lihat saja foto-fotonya.

Berikut foto-foto narsis saya berada Taman Nasional Ujung Kulon. hihihi

Panaitan Island
Birunya air laut pulau panaitan
sendirian neng?
DSC02278ff
eksplore panaitan
DSC02267ii
Dermaga Legon Buntu – pulau Panaitan
panaitan
Pagi hari siap-siap menuju pulau peucang
mampir melihat karang copong
mampir melihat karang copong
Peucang Island
Peucang Island
gak mau pulang
air laut yang jernih di pulau peucang
rusa yang terdapat di pulau peucang. yang coklat ya, bukan yang merah.
rusa yang terdapat di pulau peucang. yang coklat ya, bukan yang merah.